-Model Konseling Untuk Penderita ADHD-
Model Konseling Behavioral
Untuk Anak Penderita Attention Deficit Hyperactivity
Disorder (ADHD) Salah satu jenis terapi yang
dapat dilakukan untuk membantu anak dengan ADHD adalah modifikasi tingkah laku (behavior).
Autisme spectrum disorder (ASD) atau yang lebih sering disebut autisme merupakan gangguan perkembangan saraf. Gangguan tersebut memengaruhi perkembangan bahasa dan kemampuan seorang anak untuk berkomunikasi, berinteraksi, serta berperilaku.
Slow learner merupakan kondisi dimana anak mengalami lamban belajar, lamban terampil, dan lamban mamahami suatu informasi yang diperoleh atau ditangkapnya. Terkadang, anak yang mengalami slowlearner juga mengalami kekurangan dalam hal fisik, sosial, dan emosiona
Gifted adalah seseorang yang memiliki keunikan yang khusus dalam bidang intelektual (IQ di atas rata-rata), kreativitas dan komitmen yang tinggi sesuai dengan hasil tes. Istilah anak gifted atau gifted children dalam bahasa Indonesia adalah anak berbakat, anak luar biasa dan untuk anak-anak jenius.
Konseling behavior merupakan suatu teknik terapi dalam konseling yang berlandaskan teori belajar yang berfokus pada tingkah laku individu untuk membantu konseli mempelajari tingkah laku baru dalam memecahkan masalahnya melalui teknik-teknik yang berorientasi pada tindakan. Behavior berpandangan, pada hakikatnya kepribadian manusia adalah perilaku. Dimana perilaku tersebut merupakan hasil dari bentukan pengalaman interaksi individu dengan lingkungan sekitarnya.
-Alasan-
Mengapa hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan model konseling behavioral ? Karena Konseling behavioral membantu klien mempelajari cara
bertindak yang baru dan tepat atau membantunya mengubah atau menghilangkan tindakan yang berlebihan. Terapi modifikasi perilaku harus melalui pendekatan perilaku secara langsung, dengan lebih
memfokuskan pada perubahan secara spesifik (Baihaqi & Sugiarmin, 2006:18) Pendekatan ini cukup berhasil dalam mengajarkan perilaku yang diinginkan, berupa
interaksi sosial, bahasa dan perawatan diri sendiri. Selain itu juga akan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan, seperti agresif, emosi labil, self injury dan sebagainya. Modifikasi perilaku, merupakan pola penanganan yang
paling efektif dengan pendekatan positif dan dapat menghindarkan anak dari perasaan frustrasi,
marah, dan berkecil hati menjadi suatu perasaan yang penuh percaya diri.