Anak Autis merupakan seorang individu yang baru lahir sampai usia 8 tahun, anak yang mengalami gangguan autis mengalami hambatan dalam berkomunikasi, berinteraksi dengan lingkungan , dan sikap serta perilaku yang aneh dan sering diulang-ulang. Pada umumnya gangguan ini akan terlihat saat anak berumur 3 tahun. Untuk itu sangat penting agar gangguan autis ini dapat dilakukan melalui pemberian terapi, salah satu tempat terapi untuk anak autis yaitu di Yayasan Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah yang merupakan sebuah tempat terapi berbasis religi bagi anak dan orang dewasa yang memiliki kebutuhan khusus seperti gangguan autis, cerebral palsy , gangguan motorik, down sindrom, ADHD dan keterlambatan bicara.. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai proses terapi dan keefektifan dari proses terapi yang diberikan oleh Pesantren Al-Achsaniyyah kepada anak yang mengalami gangguan autis. Terapi yang diterapkan pada anak yaitu okupasi, wicara, perilaku, sensori integrasi, aktivitas keseharian, irama musik, terapi fisio, akupuntur dan terapi hipno, di antara terapi-terapi tersebut ada yang dilakukan setiap hari dan dihari tertentu saja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitiannya adalah anak yang mengalami gangguan autis yang berusia 6-8 tahun, sedangkan tempat penelitian dilakukan di Pesantren Al-Achsaniyyah di Kabupaten Kudus. Hasil dari penelitian tentang terapi yang dilakukan oleh anak autis dengan menggunakan metode ABA ini memiliki keefektifan dalam menghilangkan kebiasaan yang tidak sesuai, miskan kebiasaan anak yang sering menggerakgerakan memutar tanpa sebab. Serta mempertahankan hasil yang telah dicapai oleh anak serta mengajarkan anak tentang hal baru yang harus dilakukan, seperti anak yang awalnya melakukan BAB dan BAK di celana diajarkan untuk melakukannya di kamar mandi. Simpulan dari penelitian ini adalah anak yang sudah mendapatkan terapi beberapa kali dari terapi mengalami kemajuan yang baik. Saran dari penelitian ini adalah agar dalam memberikan terapi, terapis lebih sabar, serta kepada lembaga Al-Achsaniyyah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang digunakan terapis. misalkan kebiasaan anak yang sering menggerakgerakan tangan tanpa sebab. Serta mempertahankan hasil yang telah dicapai oleh anak serta mengajarkan anak tentang hal baru yang harus dilakukan, seperti anak yang awalnya melakukan BAB dan BAK di celana diajarkan untuk melakukannya di kamar mandi. Simpulan dari penelitian ini adalah anak yang sudah mendapatkan terapi beberapa kali dari terapi mengalami kemajuan yang baik. Saran dari penelitian ini adalah agar dalam memberikan terapi, terapis lebih sabar, serta kepada lembaga Al-Achsaniyyah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang digunakan terapis. misalkan kebiasaan anak yang sering menggerakgerakan tangan tanpa sebab. Serta mempertahankan hasil yang telah dicapai oleh anak serta mengajarkan anak tentang hal baru yang harus dilakukan, seperti anak yang awalnya melakukan BAB dan BAK di celana diajarkan untuk melakukannya di kamar mandi. Simpulan dari penelitian ini adalah anak yang sudah mendapatkan terapi beberapa kali dari terapi mengalami kemajuan yang baik. Saran dari penelitian ini adalah agar dalam memberikan terapi, terapis lebih sabar, serta kepada lembaga Al-Achsaniyyah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang digunakan terapis. seperti anak yang memulai BAB dan BAK di celana diajarkan untuk melakukan di kamar mandi. Simpulan dari penelitian ini adalah anak yang sudah mendapatkan terapi beberapa kali dari terapi mengalami kemajuan yang baik. Saran dari penelitian ini adalah agar dalam memberikan terapi, terapis lebih sabar, serta kepada lembaga Al-Achsaniyyah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang digunakan terapis. seperti anak yang memulai BAB dan BAK di celana diajarkan untuk melakukan di kamar mandi. Simpulan dari penelitian ini adalah anak yang sudah mendapatkan terapi beberapa kali dari terapi mengalami kemajuan yang baik. Saran dari penelitian ini adalah agar dalam memberikan terapi, terapis lebih sabar, serta kepada lembaga Al-Achsaniyyah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang digunakan terapis.