Dasar konseling berkebutuhan khusus

Bismillahirohmanirohim..

Alhamdulillah puji syukur kehadirat illahi robi dengan kudrat serta irodahnya beserta nikmat yang luar bisa saya akan kembali menuliskan sesuatu mengenai konseling berkebutuhan khusus.

Anak Berkebutuhan Khusus

Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki beberapa istilah yang digunakan sebagai variasi dari kebutuhan khusus, seperti disability, impairment, dan handicap. Menurut World Health Organization (WHO), masing-masing istilah memiliki makna sebagai berikut:

  1. Disability: keterbatasan atau kurangnya kemampuan untuk menampilkan aktifitas sesuai dengan aturannya atau masih dalam batas normal, biasanya digunakan dalam level individu.
  2. Impairment: kehilangan atau ketidaknormalan dalam hal psikologis atau struktur anatomi dan fungsinya biasanya digunakan pada level organ.
  3. Handicap: ketidakberuntungan individu yang dihasilkan dari yang membatasi atau menghambat pemenuhan peran yang normal pada individu.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya.  Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik. Anak berkebutuhan khusus dapat diartikan sebagai seorang anak yang memerlukan pendidikan yang disesuaikan dengan hambatan belajar dan kebutuhan masing-masing anak secara individual.

Menurut Suron dan Rizzo anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki perbedaan dalam keadaan dimensi penting dari fungsi kemanusiaannya. Mereka secara fisik, psikologis, kognitif atau sosial terhambat dalam mencapai tujuan kebutuhan dan potensinya secara maksimal, sehingga memerlukan penanganan yang terlatih dari tenaga professional. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa, anak berkebutuhan khusus merupakan kondisi di mana anak memiliki perbedaan dengan kondisi anak pada umumnya, baik dalam faktor fisik, kognitif maupun psikologis, dan memerlukan penanganan semestinya sesuai dengan kebutuhan anak tersebut.

Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus, sebagai berikut:

  1. Tunanetra 

Tunanetra adalah orang yang memiliki ketajaman penglihatan 20/200atau kurang pada mata yang baik, walaupun dengan memakai kacamata, atau yang daerah penglihatannya sempit sedemikian kecil sehingga yang terbesar jarak sudutnya tidak lebih dari 20 derajat. Pada dasarnya tunanetra dibagi menjadi dua kelompok yaitu tunanetra (buta) total dan kurang penglihatan (low vision). Dikatakan buta total apabila anak sama sekali tidak mampu menerima rangsang cahaya dari luar (visus = 0), mereka tidak dapat menggunakan huruf selain huruf Braille. Sedangkan low vision adalah bila anak masih mampu menerima rangsang cahaya dari luar, tetapi ketajamannya kurang dari 6/21, atau hanya mampu membaca headline pada surat kabar.

  • Tunarungu

Tunarungu adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut kondisi seseorang yang mengalami gangguan dalam indera pendengaran. Tunarungu dibagi menjadi dua kategori, yaitu tuli (deaf) dan kurang dengar (low of hearing). Tuli adalah mereka yang indera pendengarannya mengalami kerusakan dalam taraf berat sehingga pendengarannya tidak berfungsi lagi. Sedangkan kurang dengar ialah mereka yang indera pendengarannya mengalami kerusakan tetapi masih dapat berfungsi untuk mendengar, baik dengan maupun tanpa menggunakan alat bantu dengar (hearing aids). 

  • Tunagrahita

Tunagrahita adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang memunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasan intelegensi dan ketidakcakapan dalam interaksi sosial. Menurut American Association on Mental Deficiency/ AAMD tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata, yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes dan muncul sebelum usia 16 tahun. Sedangkan pengertian tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded adalah lambannya fungsi intelektual, yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku dan terjadi pada masa perkembangan.

Karena keterbatasan tersebut mengakibatkan dirinya kurang mampu untuk mengikuti program pendidikan di sekolah biasa secara klasikal, anak tunagrahita membutuhkan layanan pendidikan secara khusus yakni disesuaikan dengan kemampuan anak tersebut. Kapasitas belajar anak tunagrahita terutama yang bersifat abstrak seperti belajar dan berhitung, menulis dan membaca juga terbatas. Kemampuan belajarnya cenderung tanpa pengertian atau cenderung belajar dengan membeo.

  • Tunadaksa

Tunadaksa merupakan suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat gangguan bentuk atau hambatan pada tulang, otot, dan sendi pada fungsinya yang normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, kecelakaan, atau dapat juga disebabkan oleh pembawaan sejak lahir. Tunadaksa sering juga diartikan sebagai suatu kondisi yang menghambat kegiatan individu sebagai akibat kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot, sehingga mengurangi kapasitas normal individu untuk mengikuti pendidikan dan untuk berdiri sendiri.

Sebenarnya secara umum mereka mempunyai peluang sama untuk melakukan aktualisasi diri. Namun karena lingkungan kurang memercayai kemampuannya, terlalu menaruh rasa iba, maka anak-anak tunadaksa memiliki sedikit hambatan psikologis, seperti tidak percaya diri dan tergantung pada orang lain. Pada masa sekarang ini anak tunadaksa banyak sudah mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mereka juga sudah mampu menunjukkan bawa mereka sama dengan orang normal lainnya.

  • Autis

Kata autis berasal dari bahasa Yunani auto berarti sendiri yang ditujukan pada seseorang yang menunjukkan gejala hidup dalam dunianya sendiri. Anak autis memiliki gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. 

Autis merupakan kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial dan komunikasi yang normal, peserta didik tersebut terisolasi dari peserta didik lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.

B. Bimbingan dan Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Pengertian Bimbingan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari guidance dan counseling dalam bahasa Inggris. Secara harfiah istilah guidance dari akar kata guide berarti: mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage), dan menyetir (to steer). Banyak pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya sebagai berikut: a. United States Office of Education, memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Dr. Rohman Natawidjadja, menyatakan bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, serta kehidupan umumnya. Dengan demikian ia dapat mengecap kebahagiaan hidup dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kehidupan masyarakat umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial. Dari beberapa pengertian bimbingan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa bimbingan adalah proses yang dilakukan secara sistematis untuk memberikan bantuan kepada individu maupun kelompok untuk menemukan dan mengembangkan potensi-potensi dirinya. 

Bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus diberikan agar anak berkebutuhan khusus tersebut lebih mengenal dirinya sendiri, menerima keadaan dirinya, mengenali kelemahan, kekuatannya dan dapat mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuannya. Langkah awal dalam melaksanakan bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus adalah melakukan identifikasi anak. Untuk menghimpun informasi yang lengkap mengenai kondisi anak dalam rangka penyusunan program bimbingan yang sesuai dengan kebutuhannya, maka identifikasi perlu dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dan jika memungkinkan dapat meminta bantuan atau bekerja sama dengan tenaga profesional dalam menangani anak yang bersangkutan.

Mengenai kebutuhan layanan bimbingan dan konseling ini, Thompson dkk dalam bukunya Counseling Children: sixth ed. USA Broks/Cole Company menuliskan garis besarnya sebagai berikut:

  1. Anak harus mengenal dirinya sendiri
  2. Menemukan kebutuhan anak berkebutuhan khusus yang spesifik sesuai dengan

kelainannya, kebutuhan ini muncul menyertai kelainannya 

  • Menemukan konsep diri
  • Memfasilitasi penyesuaian diri terhadap kelainan
  • Berkoordinasi dengan ahli lain
  • Melakukan konseling terhadap keluarga anak berkebutuhan khusus
  • Membantu perkembangan anak berkebutuhan khusus agar berkembang efektif, memiliki ketrampilan hidup mandiri
  • Membuka peluang kegiatan rekreasi dan mengembangkan hobi
  • Mengembangkan ketrampilan personal dan sosial

Berkaitan dengan permasalahan yang dialami oleh anak berkebutuhan khusus karena mereka  memiliki beberapa hambatan yang ada pada dirinya. Sehubungan dengan hal tersebut maka pemberian bantuan terhadap anak berkebutuhan khusus harus terus menerus diberikan secara sistematis, terus menerus, terencana dan terarah pada tujuan dalam upaya memecahkan masalah yang dihadapinya. Bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus diberikan agar anak berkbutuhan khusus tersebut lebih mengenal dirinya sendiri, menerima keadaan dirinya, mengenali kekuatan dan kelemahannya serta dapat mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuaannya.

Pengertian Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu pinilium yang berarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari sellan yang berarti menyerahkan atau menyampaikan.

Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu. Bantuan yang diberikan kepada konseli lebih menekankan kepada peranan konseli itu sendiri ke arah tujuan yang sesuai dengan potensinya. Banyak pengertian konseling menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  1. Robinson mengartikan konseling semua bentuk hubungan antara dua orang dimana yang seorang, yaitu konseli dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya. Suasana hubungan konseling ini meliputi penggunaan wawancara untuk memperoleh dan memberikan berbagai informasi, melatih atau mengajar, meningkatkan kematangan, memberikan bantuan melalui pengambilan keputusan dan usaha-usaha penyembuhan (terapi).
  2. ASCA (American School Counselor Association) mengemukakan bahwa, konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada konseli, konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu konseli mengatasi masalah-masalahnya.
  3. Milton E. Hahn, mengatakan bahwa tujuan konseling adalah sesuatu proses yang terjadi dalam hubungan seseorang dengan seseorang yaitu individu yang mengalami masalah yang tak dapat diatasinya, dengan seorang petugas professional yang telah memperoleh latihan dan pengalaman untuk membantu agar konseli mampu memecahkan kesulitannya.

Dalam era global dan pembangunan, maka konseling, lebih menekankan pada pengembangan potensi individu yang terkandung di dalam dirinya, termasuk dalam potensi itu adalah aspek intelektual, afektif, sosial, emosional dan religious, sehingga individu akan berkembang  dengan nuansa yang lebih bermakna, harmonis, sosial, dan bermanfaat.

Beberapa pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan, konseling bagi anak berkebutuhan khusus adalah upaya batuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli tersebut dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dengan dirinya serta mereka mampu untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus tersebut.

Tujuan Bimbingan dan Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Menurut Drs. Dewa Ketut Sukardi MBA., MM. bimbingan dan konseling memiliki tujuan umum dan khusus. Ada pun tujuan umum bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan umum dari layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang sistem pendidikan nasional (UUSPN) tahun 2003 (UU No. 20/2003), yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan ruhani kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.  Secara umum, tujuan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus adalah untuk membantu anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan diri dan menyesuaikan dirinya secara optimal sesuai dengan hambatan, gangguan, atau kelainannya.

Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus sebagai upaya membentuk perkembangan dan kepribadian siswa secara optimal sesuai dengan kemampuan anak tersebut, maka secara umum layanan bimbingan dan konseling di sekolah haruslah dikaitkan dengan sumberdaya manusia. Yaitu dengan menerapkan layanan bimbingan dan konseling untuk membantu anak berkebutuhan khusus dalam mengenal bakat, minat, dan kemampuannya serta mengembangkan potensinya secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

  • Tujuan khusus dari layanan bimbingan dan konseling  adalah bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar, dan karier.  Tujuan khusus bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus  disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut yang mana dia dapat percaya diri, dapat bergaul, menghadapi dirinya sendiri juga mengenal potensi dirinya.

Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Suatu kegiatan bimbingan dan konseling disebut pelayanan apabila kegiatan tersebut dilakukan melalui kontak langsung dengan konseli, dan secara langsung berkenaan dengan permasalahan ataupun kepentingan tertentu yang dirasakan oleh konseli itu. Berbagai jenis pelayanan perlu dilakukan sebagai wujud nyata penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap konseli.

Ada sejumlah layanan bimbingan dan konseling yang bisa diterapkan bagi anak berkebutuhan khusus untuk membantu menyelesaikan  masalah-masalah yang sedang dihadapinya, yaitu sebagai berikut:

  1. Layanan Orientasi

Layanan orientasi merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan anak berkebutuhan khusus dan anak pada umumnya dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah, untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Materi pelayanan orientasi di sekolah biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru.

  • Layanan Informasi

IMenurut Winkel dalam buku Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan seperti dikutip Tohirin menyatakan bahwa, layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupa memengaruhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan. Selain itu layanan informasi juga untuk membantu anak berkebutuhan khusus menerima dan memahami informasi sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan. Ketika memberikan layanan informasi harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak berkebutuhan khusus. Layanan informasi bertujuan agar konseli mengetahui menguasai informasi yang selanjutnya dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan perkembangan dirinya.

Sumber.

https://muhmdirpan.wordpress.com/2019/03/05/bimbingan-konseling-bagi-anak-berkebutuhan-khusus/#:~:text=Secara%20umum%2C%20tujuan%20bimbingan%20dan,hambatan%2C%20gangguan%2C%20atau%20kelainannya.

Tinggalkan komentar